Lelaki Harimau: Memendam dan Mengekalkan Murka

Penulis: Eka Kurniawan | Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama | Tahun Rilis: Februari 2016 (Cetakan Keempat)

Mengoyak Daging, Mencabik Arang

Membaca Lelaki Harimau adalah kesenangan. Menelik kehidupan para karakter, menyaksikan mereka mengambil keputusan yang mengutuhkan kemanusiaan mereka dan juga mendekatkan diri mereka kepada kehancuran, menjadi candu yang menimbulkan keinginan untuk mengenal lebih jauh segala gejolak jiwa yang dialami mereka. Eka Kurniawan dengan piawai memerinci seluruh aib para karakter tanpa menghakiminya. Setiap karakter diberikan kebebasan untuk tumbuh dan mati tanpa harus terikat dengan segala batasan moral dan hukum yang berlaku. Bahkan sering kali novel ini memanfaatkan tindakan amoral karakternya untuk menunjukkan bahwa terkadang kita sebagai manusia tidak benar-benar mengenali hasrat yang terkandung di dalam diri.

Layaknya sebuah cerita misteri, kisah Lelaki Harimau dimulai dengan adanya pembunuhan. Akan tetapi, menyingkapkan siapa yang membunuh dan terbunuh bukanlah persoalan utama novel ini karena sang pelaku dan sang korban ditampilkan pada awal buku. Hubungan Margio dengan kedua orang tuanya yang penuh gejolak lah yang menjadi sorotan utama novel ini. Margio adalah pemuda biasa yang menghabiskan hidupnya mencintai ibunya dengan sepenuh hati dan membenci ayahnya tak henti-henti. Ia tetap menyayangi ibunya walau kesintingannya semakin menjadi-jadi dan dalam waktu yang bersamaan mengharapkan ayahnya segera mati. Kebenciannya terhadap ayahnya membuat murkanya yang terpendam kian membesar. Akibatnya, sebuah pembunuhan terjadi dan bukanlah ayahnya yang ia bunuh, melainkan Anwar Sadat, seorang seniman yang penuh karisma dan juga tetangga dekatnya, yang harus meregang nyawa.

Secara perlahan, alasan Margio membunuh Anwar Sadat diuraikan dengan membahas segala kepelikan yang dialami para tokoh dalam kehidupannya. Ketika membaca buku ini, pembaca tidak hanya menyingkapkan duka dan nafsu amarah yang dipendam keluarga Margio, tetapi juga berbagai persoalan yang timbul di tempat tinggal mereka. Secara perlahan riwayat kota tempat keluarga Margio tinggal dan juga beberapa penduduknya diuraikan dengan terperinci, mengaitkan setiap kisah menjadi sebuah cerita utuh yang tragis. Pembaca juga diajak untuk memahami apa yang meluapkan hasrat para tokoh, mendalami kisah-kisah pilu yang membuat mereka harus memendam keinginan hingga akhirnya tidak terbendung lagi dan mendobrak alam bawah sadar mereka.

Kepelikan yang dikisahkan pada novel ini bukanlah sesuatu yang baru, malahan sesuatu yang remeh dan sering kali luput dari pandangan karena persoalan-persoalan yang ada mudah ditemui di kehidupan masyarakat. Akan tetapi, keremehan inilah yang membuat Lelaki Harimau dapat mencengkeram perhatian pembacanya, mengoyak segala taraf moral dan kewarasan yang menjadi pedoman hidup sehari-hari masyarakat. Ia menunjukkan bahwa tidak pernah ada yang sederhana atau pun sepele ketika membicarakan persoalan-persoalan kemanusiaan secara mendalam.

Dengan menonjolkan tindakan amoralnya, para tokoh menunjukkan bahwa memahami diri dan hasrat yang terkandung di dalamanya bukanlah perkara mudah. Walaupun setiap karakter mengampu dosanya sendiri, tak peduli sebesar apa pun dosanya, Lelaki Harimau tetap memanusiakannya. Ia menunjukkan bahwa jika masih ada kemanusiaan, bahkan walau teramat sedikit, di dalam orang yang paling bejat pun, itu saja cukup untuk membantu pembaca mengidentifikasi dirinya dengan karakter-karakter buku ini. Dan ketika batas moral dan amoral menjadi kabur, yang tersisa hanyalah hasrat dan murka yang tersimpan dan terjaga dengan baik di dalam batin setiap karakternya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s